Kamis , 23 Mei 2024
Home » Ekonomi » Atraksi Randai Kuansing dan Tari Tortor Bikin Gempar Suasana Wisuda Unilak

Atraksi Randai Kuansing dan Tari Tortor Bikin Gempar Suasana Wisuda Unilak

Ragam Riau-Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS MHum, bersama dengan wisudawan dan orang tua, ikut menari Tortor dan Randai Kuansing saat hari kedua pelaksanaan Wisuda Unilak Sarjana ke-67 dan Pascasarjana ke-17. Acara berlangsung di Hotel Labersa Pekanbaru, Kamis (19/20/2023).

Tari Tortor dan Randai Kuansing menjadi acara hiburan terkhusus yang pernah dilakukan Unilak saat dilaksanakan Wisuda. Tari Tortor ditampilkan oleh sanggar seni Badhayana Amerta dari Fakultas Hukum dan Randai Kuansing dari sanggar seni Fakultas Ilmu Budaya Unilak. Selama atrkasi Tari Tortor berlangsung seluruh tamu undangan yang hadir terhibur gembira.

Para penari yang merupakan mahasiswa Unilak ini tampil dengan pakaian adat ciri khas Sumut. Mereka menari di depan panggung senat dan mahasiswa, Tari Tortor dan Randai dibawakan selama 45 menit.

Pada momen hari wisuda itu, Rektor Unilak Prof Dr Junaidi bahkan ikut menari bersama para orang tua dan wisudawan. Ketika itu, suasana berbaur, gembira, dan kekeluargaan terasa jelas saat berlangsungnya tarian.

Dengan menggunakan toga dan samir, Prof Junaidi tak canggung ikut menari. Bahkan, ada sejumlah mahasiswa memberikan uang kepada para penari.

Selain Prof Junaidi, Wakil Rektor I Dr Zamzami MKom, Wakil Rektor II Hardi SE MM, Wakil Rektor III Dr Bagio, jajaran dekan juga ikut menari Tortor dan Randai Kuansing.

Rektor Unilak Prof Dr Junaidi dalam sambutanya menyebutkan bahwa, pencak silat, Tari Tortor dan Randai Kuansing sengaja ditampilkan untuk menghibur para orang tua dan wisudawan di momen bahagia.

“Makna dari ditampilkannya tarian itu adalah bahwa Unilak merupakan kampus yang mendukung budaya, adat dan istiadat Indonesia. Indonesia kaya akan adat dan tradisi maka sudah sepatutnya untuk dipertahankan dilestarikan,” ujarnya.

Diungkapkan dia, mahasiswa yang kuliah di Unilak berasal dari ragama suku budaya tanah air Indonesia. Keanekaragaman budaya bertemu dan terjalin.

“Maka sudah saat kita bangga akan budaya dan adat. Mahasiswa Unilak ada yang dari Sumbar, dari Sumut, Jawa, Minang, Nias, Kalimantan Bugis dan suku lainnya, bertemu semua di Lancang Kuning. Maka, Unilak ingin berkomitmen menjaga ragam budaya dan Kebhinekaan di Indonesia,” sebutnya.

Sementara, orang tua wisudawan yang hadir yakni sepasang suami istri Albo Nabean dan Herlina Manulang yang berasal dari Tobasa, mengaku sangat bahagia lantaran anaknya  bisa wisuda di Unilak.

“Apalagi ada tarian Tortor tadi, senang banget. Ini tadisi budaya orang batak, pada hakekatnya kita harus kembangkan dan lestarikan semua budaya di Indonesia,” ucapnya.

Dukungan hal yang sama juga disampaikan oleh Surlinawati yang berasal dari Pangean Kuansing. Ia berujar senang bisa hadir di wisuda Unilak. “Tidak disangka juga ada tarian Randai tadi, seperti di kampung kami, Kuansing. Anak kedua saya diwisuda. Hari ini ada 15 orang keluarga yang hadir di Labersa, kami sampai di Pekanbaru kemarin, ujarnya.

Pada wisuda sarjana ke 67 dan magister ke 17 ini, Unilak mewisuda sebanyak 1094 wisudawan/wati, dengan wisudawan sarjana strata 1 sebanyak  967 orang dan Pascasarjana sebanyak 127 orang. Dengan rincian Pascasarjana 127 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 96 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 241 orang.

Kemudian, dari Fakultas Teknik 82 orang, Fakultas Pertanian 56 orang, Fakultas Hukum 203 orang, Fakultas Ilmu Budaya 64 orang, Fakultas Ilmu Komputer 136 orang dan Fakultas Pendidikan dan Vokasi 64  orang. (MC Riau/adv)

Baca Juga

Muhaimin Iskandar isi Kuliah Kebangsaan di Umri

Ragamriau.com – Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, ribuan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau …