Senin , 26 Juli 2021
Home » Ekonomi » Dengan Konsep Integrasi Azolla-Ikan, Tim Dosen Unilak Bantu Kelompok Tani

Dengan Konsep Integrasi Azolla-Ikan, Tim Dosen Unilak Bantu Kelompok Tani

 

Tim dosen Unilak bantu kelompok tani di desa Baru kecamatan Siak Hulu Kab. Kampar.

Ragam Riau – Wabah corona yang telah terjadi lebih dari 8 bulan memiliki dampak besar bagi perekonomian warga. Untuk membantu warga mendapatkan penghasilan tambahan dan tetap produktif di masa pandemi ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dosen Universitas Lancang Kuning melakukan pemberdayaan bagi kelompok tani Setia Tani desa Baru kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar.

Tim dosen yang terlibat yaitu, Sri Utani Lestari, SP., MSi, Dra. Neng Susi, MP dan Ir. Muryanto, MM. Pemberdayaan petani sayur dilakukan melalui Integrasi Azolla-Ikan dengan budi daya ikan di dalam ember. ” Azolla ini menjadi sumber pakan ikan, ” ujar Sri Utami. Kamis (5/11). Pelaksanaan pemberdayaan telah berlangsung sejak Maret hingga Oktober dengan terus melakukan pendampingan untuk melihat perkembangan pemahaman para kelompok tani.

Sri Utami yang dihubungi Kamis, mengatakan peserta adalah petani sayur yang kesehariannya bertani, namun penghasilan dari sayur ini tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena dilihat saat ke lokasi petani memiliki halaman yang dapat di manfaatkan, maka kita integrasikan konsep Azolla-Ikan dengan Budi daya ikan di dalam ember ( Budikdamber)

Di jelaskan Sri Utami bahwa, dengan menerapkan konsep tadi maka penghasilan petani dapat meningkat.
Di awal pemberdayaan para petani belum mempunyai ketrampilan tentang budikdamber. Untuk itu melalui kegiatan PKM merupakan bentuk kontribusi akademisi Unilak untuk meningkatkan peran dalam Tri Dharma perguruan tinggi yang mana membantu masyarakat dalam memecahkan masalah salah satunya peningkatan keterampilan kelompok tani sayur.

” Budikdamber merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat konsumtif sehari-hari menjadi tingkat produktif yang dapat dilakukan masyarakat di rumah, ” Ujar Sri Utami yang sering melakukan pembinaan kelompok tani.

Sri Utami menambahkan, 7 bulan melakukan pendampingan kelompok tani sangat mengharapkan perlunya pembinaan yang berkelanjutan mengenai budidaya ikan ini karena pakan yang terlalu tinggi meskipun mendapatkan alternatif pakan dari azolla tetapi harga jual ikan yang fluktuatif cenderung tidak memberikan keuntungan besar bagi petani untuk itu diperlukan inovasi baru tentang pengolahan ikan menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi dibandingkan bila ikan dijual segar sehingga berdampak pada pendapatan yang semakin meningkat.

Baca Juga

Pembekalan Mahasiswa KKN UMRI 2021 oleh LPPM

RagamRiau.com — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang akan turun ke tengah-tengah masyarakat harus membawa …