Minggu , 18 April 2021
Home » Ekonomi » Di Riau Dua Desa Terpilih Jadi Desa Beradaptasi Covid 19

Di Riau Dua Desa Terpilih Jadi Desa Beradaptasi Covid 19

Dua desa di Riau terpilih sebagai desa Beradaptasi yang menerapkan standar Covid 19 dalam pencegahan virus corona ft : Rangga Wiranata

Ragam Riau – Dua desa yang berada di Provinsi Riau terpilih sebagai desa Beradaptasi yang menerapkan standar Covid-19 pada program Kampung Beradaptasi yang diadakan oleh PT. Gudang Garam dalam lomba kampung untuk beradaptasi dengan situasi Pandemi Covid-19. Program ini dilakukan di pulau Sumatra dan Jawa. Kedua desa di Riau itu adalah Desa Penghulu Kencana, Kec. Bagan Sinembah, Rokan Hilir dan Desa Tanah datar, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar.

Dalam perlombaan ini setiap komunitas akan diberi tantangan untuk mempersiapkan desa mereka untuk menjadi desa yang siap beradaptasi dengan situasi Pandemi. Perlombaan ini diikuti oleh komunitas di Sumatera dan Jawa. Dipilih Pemenang Provinsi, akan dibertanding di wilayah Sumatra dan akan di adu dengan wilayah pulau lain, sehingga terpilih pemenang nasional. Setiap desa yang terpilih akan diberikan modal untuk mempersiapkan desa mereka. Setiap tahap yang dilewati akan mendapatkan hadiah tambahan, demikian disampaikan oleh Danno Eriandi Perwakilan Area Office Gudang Garam Pekanbaru.

Sementara itu, Ridho Ikhsan, salah satu Juri ekternal penilai Desa Beradaptasi saat dihubungi, Jumat (20/11/2020) mengatakan kegiatan Desa Beradapatasi ini sangat bagus. Kegiatan yang membangkitkan semangat, kesadaran dan bergotong royong dalam menghadapi pandemi ini. Dengan adanya lomba ini, masyarakat akan berpacu untuk menjadi yang terbaik, secara tak langsung akan membantu kampanye antisapsi Covid-19. Ini sangat membantu sekali untuk membangkitkan semangat Persatuan kita.

Dijabarkan Ridho bahwa beberapa kriteria penilaian yang dilakukan adalah bagaimana penerapan protokol kesehatan, sebanyak apa himbauan 3M dan tempat umum yang menyediakan perlengkapan anti Covid seperti Cuci tangan atau semprotan desinfektan.

” Kedepannya saya berharap  lebih banyak kegiatan dan lomba yang melibatkan desa yang berskala besar, agar kembali bangkit semangat gotong royong seperti yang diamanahkan UUD 1945. Jika sudah bersama-sama, apapun bisa dilalui bisa dilalui dengan baik, ” ujar Ridho yang juga Satgas Peduli Covid-19 dan juga pendiri SABBAS. SABBAS adalah sebuah pergerakan penyebaran masker gratis melalui pemberdayaan ibu rumah tangga untuk menjahit masker gratis. (rls)

Baca Juga

Unilak Gelar Wisuda LXII, Rektor Jabarkan Prestasi Yang Diraih

Ragam Riau–Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau, menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana LXII dan …