Kamis , 28 Januari 2021
Home » Ekonomi » Di Tangan Dosen Unilak, Urine Ternak Mampu Menjadi Pupuk Cair

Di Tangan Dosen Unilak, Urine Ternak Mampu Menjadi Pupuk Cair

Ragam Riau – Pupuk merupakan suatu yang sangat penting bagi tanaman, terutama pupuk cair yang lebih mudah diserapkan tanaman. Atas dasar inilah dosen Unilak tim memanfaatkan limbah kotoran ternak baik padat maupun cair (urine) diolah menjadi pupuk organik.

Bahkan, tim dosen Unilak yang terdiri dari Ir Latifa Siswati MP, Dr Anto Ariyanto SSi MSi , Sri Utami Lestari SP MSi, Dr David Setiawan ST MT dan Alexander Yandra SIP MSi memberikan pelatihan pemanfaatan urine ternak ini menjadi pupuk cair ke petani klengkeng pingpong di Desa Teluk Jering Kecamatan Tambang, Kampar.
“Di lokasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang kami lakukan, banyak ternak kerbau. Bahkan, setiap rumah memilikinya. Jika setiap kerbau sehari menghasilkan urine 15 hingga 25 liter per hari maka jika setiap rumah memiliki 2 ekor ternak saja, mereka akan menghasilkan 30 -50 liter setiap hari. Ini merupakan potensi besar untuk dijadikan pupuk cair,” ujar Ir Latifa Siswati MP, Sabtu (12/12).

Pupuk organik ramah lingkungan dari limbah ternak ini bisa memutus ketergantungan petani terhadap pupuk urea atau pupuk kimia lainnya yang justru mencemari lingkungan. Dengan demikian, para petani tak perlu repot memikirkan dan membeli pupuk urea. “Cukup tanaman dipupuk dengan menggunakan pupuk organik yang berasal dari limbah urine sapi,” ujar Ir Latifa Siswati MP.

Pupuk organik mempunyai efek jangka panjang yang baik bagi tanah, yaitu dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah. Selain itu juga menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan, sehingga pupuk organik ini dapat digunakan untuk pupuk yang ramah lingkungan.

Pupuk cair dari urine ternak banyak manfaatnya seperti sebagai zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit, pupuk daun organik, meningkatkan pertumbuhan tanaman, mempercepat waktu panen
tanaman, dan membantu pembentukan bibit tanaman dan juga pembentukan buah. “Jika dicampur dengan pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip,” ujar Ir Latifa Siswati MP.

Pelatihan pemanfaatkan urine ternak sebagai pupuk cair ini merupakan kelanjutan pemanfaatkan teknologi tepat guna sistim penyiraman dan pemupukan otomatis berbasis Raspberry untuk tanaman kelengkeng pingpong menuju agrowisata di Kabupaten Kampar.(

Baca Juga

Dimasa Pandemi Dosen FH Unilak Beri Pelatihan Wirausaha Rimpangan Bagi Pengurus PKK

Ragam Riau-Dimasa pandemi COVID-19, jamu menjadi minuman obat yang digemari oleh masyarakat karena dipercaya dan …