Selasa , 26 Januari 2021
Home » Ekonomi » Dimasa Pandemi, Dosen Unilak Beri Pelatihan Manfaatkan Sampah Jadi Kompos Bernilai Ekonomis

Dimasa Pandemi, Dosen Unilak Beri Pelatihan Manfaatkan Sampah Jadi Kompos Bernilai Ekonomis

Dosen Unilak beri pelatihan cara membuat pupuk Kompos

Ragam Riau – Di masa pandemi Covid-19, masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Secara tidak langsung, sampah tangga pun meningkat. Ya, rumah tangga sebagai lingkungan terkecil dalam masyarakat memberikan kontribusi dalam menghasilkan sampah.

Pada umumnya sampah rumah tangga berupa sampah organik dan anorganik dibuang tanpa dimanfaatkan sehingga akan meningkatkan pencemaran tanah, air dan udara di lingkungan. Untuk mengurangi tingkat pencemaran sampah rumah tangga maka diperlukan teknologi pengolahan sampah.

Salah satu teknologi sederhana pengolahan sampah organik adalah mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Ini pula yang dilakukan warga Perumahan Bukit Permata Sumbari I di Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya. Bahkan, pupuk kompos ini tak hanya untuk pemakaian pribadi tapi dijual untuk menambah pemasukan uang.

Untuk mengolah pupuk kompos ini, warga Perumahan Bukit Permata Sumbari I, khususnya ibu rumah tangga mendapatkan pelatihan dari pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Fakultas Kehutanan Unilak yakni Ambar Tri Ratnaningsih SHut MSi, Muhammad Ikhwan SHut MSi, dan Hanifah Ikhsani SHut MSi. Pelatihan ini menerapkan protokol kesehatan dengan menjalani 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

“Dengan ketrampilan yang dimiliki ibu rumah tangga ini produktif untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi kompos yang dapat dijual untuk meningkatkan perekonomian keluarga terutama pada saat pendemi covid 19 ini.  Mereka dapat memanfaatkan kegemaraan masyarakat menanam bunga dengan menjual kompos yang telah dihasilkan dari sampah rumah tangga,” ujar dosen Fakultas Kehutanan Unilak yakni Ambar Tri Ratnaningsih SHut MSi.

Memang, dalam melakukan aktivitas sehari-hari setiap keluarga di Perumahan Bukit Permata Sumbari I menghasilkan sampah organik yang cukup banyak. Sampah biasanya ditumpuk dan dibuang ke lingkungan yang mengakibatkan lingkungan menjadi kotor,  menimbulkan aroma yang tidak sedap dan penyakit. Kondisi ini dapat diminimalisir dengan cara mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya diolah menjadi kompos.

Baca Juga

Dimasa Pandemi Dosen FH Unilak Beri Pelatihan Wirausaha Rimpangan Bagi Pengurus PKK

Ragam Riau-Dimasa pandemi COVID-19, jamu menjadi minuman obat yang digemari oleh masyarakat karena dipercaya dan …