Kamis , 23 Mei 2024
Home » Ekonomi » Dosen Unilak Gelar Pelatihan Untuk Kembangkan Potensi Bunut

Dosen Unilak Gelar Pelatihan Untuk Kembangkan Potensi Bunut

Tim Dosen Unilak bantu kembangkan potensi Kec Bunut ecara daring. foto Kehiatan Jeni Wardi sebelum masa corona.

Ragam Riau –Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan memiliki banyak potensi. Misalnyadi Desa Kriung terdapat kelubi (salak hutan), karet, sawit, ubi, dan lain lain. Potensi budaya ada Silat Pangean yang berkembang dan merupakan silat dari Desa Pangean, Teluk Kuantan.

Untuk hasil dari penggalian kreativitas, di desa Kriung banyak membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan baku yang ada seperti tikar pandan, piring dari lidi sawit, pembuatan miniatur kapal, dan lain lain, yang mana hasil produksi tersebut hanya dipasarkan pada saat ada pameran saja.

Informasi ini langsung ditangkap tim dosen Universitas Lancang Kuning Pekanbaru yang tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan menggunakan media sosial dalam mempromosikan produk dan wisata lokal di Kecamatan Bunut. Tim dosen yang terlibat yaitu Liviawati SE MSi Ak CA, Gusmarila Eka Putri SE MAk CA, dan Dr Jeni Wardi SE MAk Ak CA.

“Instagram, facebook, marketplace, dan lain-lain bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat,” ujar Jeni, Jumat (6/11/2020) saat dihubungi.

Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring September lalu, dengan pembentukan group whatsApp, teleconference, video call dan menggunakan google form untuk penyebaran kuisioner. Kuisioner ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana partisipan memahami materi yang diberikan tim dalam pengabdian masyarakat ini. Materi untuk partisipan dikemas dalam bentuk video yang diunggah ke youtube. Di situ juga ada tutorial tentang bagaimana cara promosi di marketplace dan instagram.

“Kecamatan Bunut ini memiliki banyak  potensi,  ada wisata bumi perkemahan kemudian agrowisata Tetesan Air Mata yang dikelola oleh orang pribadi. Ini masih belum dilirik, kurang diekspos sehingga keberadaannya tidak diketahui oleh masyarakat sekitar Kecamatan Bunut, apalagi masyarakat di luar kecamatan. Dan selama ini hasil produksi dipasarkan pada saat ada pameran saja,” kata Jeni.

Dijelaskan Jeni, Kecamatan Bunut bukanlah daerah  yang susah dijangkau karena jalan penghubung antara kabupaten dengan Kecamatan Bunut merupakan jalan aspal yang bagus. “Bunut ini pun merupakan kecamatan yang dilalui oleh wisatawan yang akan berkunjung untuk melihat dan berselancar di Ombak Bono,” ucapnya.

Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan menggunakan  media sosial sebagai alat untuk mempromosikan dan memasarkan  produk dan tempat-tempat wisata yang ada dibunut. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan partisipan tentang fungsi media sosial dalam mempromosikan dan memasarkan produk serta tempat wisata.

Tim dosen Unilak berharap selain adanya peningkatan pengetahuan juga terjadi peningkatan keterampilan partisipan dalam menggunakan media sosial dalam rangka mempromosikan dan memasarkan produk.

“Karena wabah covid maka kami tim pengabdian tidak bisa turun langsung memberikan materi dan tutorial mengenai penggunaan media social. Tapi tim bersama peserta dapat mempraktekkan bagaimana menggunakan marketplace, instagram, mengunggah foto produk atau tempat wisata sehingga bisa dilihat lebih luas oleh orang banyak,” ungkap Jeni. (rls)

Baca Juga

Muhaimin Iskandar isi Kuliah Kebangsaan di Umri

Ragamriau.com – Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, ribuan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau …