Minggu , 16 Juni 2024
Home » Uncategorized » Konservasi Tak Mungkin Sendiri, BBKSDA Riau Butuh Dukungan Wartawan

Konservasi Tak Mungkin Sendiri, BBKSDA Riau Butuh Dukungan Wartawan

Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau Andri Hansen Siregar
berfoto bersama dengan narasumber. FotoHumas BBKSDA

 

Ragam Riau—-Balai Besar KSDA Riau saat ini sedang berupaya merangkul semua pihak untuk bersama sama menggaungkan dan turut berpartisipasi dalam konservasi. Tantangan dan rintangan ke depan makin besar dan beragam. Jika tidak diantisipasi dan didukung semua pihak maka dengan makin berkembangnya jumlah penduduk niscaya akan makin mempersempit ruang gerak satwa liar yang dilindungi di habitatnya dan berkurangnya jumlah pakan yang tersedia di habitatnya itu sendiri karena gangguan kawasan yang merupakan habitatnya. Inilah yang akan menjadi pemicu terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau Andri Hansen Siregar dalam pemaparannya mengatakan, kawasan konservasi yang ada dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau seluas 439.197,25 ha. Dengan 2 Cagar Alam, 10 Suaka Marga satwa, 3 Taman Wisata Alam, 1 Taman Nasional, 1 Taman Buru dan 3 Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam yang belum ditetapkan peruntukannya. Dengan jumlah petugas 183 orang tentunya mustahil terwujudnya konservasi yang optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Karena kesadaran itulah, maka Balai Besar KSDA Riau mengajak seluruh pihak untuk ikut andil dalam konservasi.

Salah satu pihak yang telah melakukan kerjasama dengan Balai Besar KSDA Riau saat ini adalah Fauna & Flora International (FFI) Indonesia Programme. Dimana lokasinya terfokus pada kawasan Semenanjung Kampar yaitu SM Tasik Serkap dan SM Tasik Besar Serkap.

Kerjasama dilakukan untuk mendukung upaya konservasi Harimau sumatera, Gajah dan habitatnya, mendukung upaya pemberdayaan masyarakat desa penyangga baik yang berada di dalam maupun di sekitar kawasan konservasi, dan mendukung upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi bagi petugas Balai Besar KSDA Riau. Kegiatan yang telah dilakukan diantaranya mendukung pelaksanaan deklarasi konservasi TWA Sungai Dumai, pembekalan survey Sumatra Wide Tiger Survey (SWTS), penyusunan peta kerawanan konflik satwa, dan studi banding pelaksanaan SMART Patrol. Untuk masyarakat telah dilakukan pendampingan masyarakat yang lebih intensif selama masa konflik sekaligus melakukan sosialisasi dan pembentukan kelompok penanganan konflik manusia dan satwa Harimau sumatera, strategi pengelolaan hewan ternak agar meminimalisir terjadinya konlik serta beberapa kegiatan lainnya. Hal ini sejalan dengan prinsip konservasi yang digaungkan dengan 3M nya yaitu Mutual Respect, Mutual Trust dan Mutual Benefit. Konservasi tidak seperti eksakta, konservasi harus dilakukan lintas batas, dilakukan secara humanis dan memberi manfaat pada masyarakat.

Balai Besar KSDA Riau juga menyadari bahwa peran media sangat penting sebagai mitra konservasi terutama untuk mensosialisasikan dan menggaungkan kesadaran konservasi kepada masyarakat. Kami mengadakan kegiatan media gathering dengan mendatangkan nara sumber dari akademisi sekaligus jurnalis yaitu DR.Afni Zulkifli, S.AP., M.Si dan seorang budayawan sekaligus jurnalis Kunni Masrohanti, S.Ag, ujar Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau Andri Hansen Siregar

Baca Juga

KPU Riau Tutup Pendaftaran, Pilgubri Tidak Ada Calon Perorangan

Ragam Riau-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau secara resmiĀ  menutup penyerahan dokumen syarat dukungan …