Kamis , 20 Juni 2024
Home » Ekonomi » Kreatif, Cara Fotografer Pekanbaru Mencari Cuan Di Masa Pandemi.

Kreatif, Cara Fotografer Pekanbaru Mencari Cuan Di Masa Pandemi.

Ragam Riau—Sejak pukul 6 pagi, di hari Sabtu,(22/05/2021) Andy Aje telah berdiri dipinggir jalan Sudirman Pekanbaru, tepatnya di Jembatan Siak IV, jembatan itu adalah salah satu spot terbaik untuk mengabadikan warga yang bersepeda. Bermodal kamera ternama plus lensa khusus untuk motret olahraga, Aje begitu disapa tampak sibuk mengabadikan pesepeda yang melintas. Cekrek Cekrek suara kamera berbunyi terdengar jelas, jari telunjuk dengan cepat membidik setiap warga yang mengayuk sepeda Roadbike.

Di hari itu, Aje tidak sendiri, tampak tiga rekannya yaitu, Defri, Iing dan Donaldo. Sejak jam 6 pagi mereka telah bersepakat, untuk memotret warga yang berolahraga. Aje telah bersiaga diatas jembatan Siak IV, tas ransel disandangnya, Jembatan itu menjadi rute favorit para sepeda bagi warga Pekanbaru. Ditemui saat memotret, Aje menyebutkan, memotret warga bersepeda menjadi rutinitas yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu.” Terkadang libur tanggal merah juga motret bang.” Ujarnya.

Aje menceritakan, para pesepeda Roadbike ini royal untuk membeli foto. “Maklumlah bang, profesi mereka sehari sehari ada yang dokter, Manager Bank, Kepala Cabang, Direktur, pengusaha, kadang pakaian mereka saat berpeda bermerk dan selalu berganti ganti, jadi meraka butuh foto untuk di pajang di media social mereka.”

Saat  Pandemic virus corona, salah satu olahraga yang trend di Indonesia adalah bersepeda, dan ini mewabah ke seluruh daerah, termasuk Pekanbaru. Olahraga jenis sepeda RoadBike yang boming menjadi peluang mencari Cuan (uang) di kalangan Fotografer.

Hobi bersepeda yang melonjak di masa pandemi, menjadi peluang bisnis untuk menjual foto, maklum dunia sosial media menjadi etalase bagi orang untuk memajang foto foto narsis demi sebuah eksistensi dan status sosial. Hobi sepeda yang meningkat dimasa pendemi, di tambah tren menjadi gaya hidup dan lahir komunitas komunitas status sosial dalam berolahraga, salah satunya komunitas sepeda jenis Roadbike, maklum, harga sepeda jenis termasuk mahal, harga terendah sepeda rodabike dikisaran 15 juta, bahkan ada yang ratusan juta.

Harga sepeda yang mahal dan bermerk menjadi salah satu gaya hidup yang meningkat di masa pendemi, tidak hanya sepeda saja, bahkan beberapa pesepeda juga menggunakan  outfit (pakaian luar) dari pebalap itu sendiri juga tergolong mahal, mulai dari sepatu, seragam, helmet, HP, kacamata dansmartwact adalah barang yang harus di pakai saat bersepeda.

Sejumlah fotografer di Pekanbaru kemudian melirik potensi untuk menjual foto, lewat akun Instagram @sport.fotopku mereka menjual foto kepada para pesepeda yang telah difoto kemudian di posting(publikasi).

“Saat  peseda melintas kemudian kami beritahu bahwa mereka kena bidikan lensa dan dapat melihat di akun instagram tadi, jika mereka berminat mereka bisa membelinya, Ujar Donaldo pencetus sport.fotopku saat ditemui pertengah Mei lalu. Hobi bersepeda inilah yang menjadi sasaran tembak dari 4 fotografer di Pekanbaru untuk mendulang cuan.

Donaldo, menjelaskan ide menjual foto, khususnya foto olahraga ini mengadopsi dari teman teman di Jakarta, karena peluang ini tumbuh pesat dan mampu menarik cuan yang lumayan banyak, kerja tidak tiap hari, dan sebentar.

” Awalnya adik saya berada di Jakarta dan sering berolahraga pagi, di Jakarta itu ada lokasi lokasi favorit warga untuk berolahraga dan sering ada fotografer yang memotret, dan ternyata dari situ mereka menjul foto kepada warga melalui social media.” Sebut Donal.

Diceritakannya lagi, berawal dari situ kemudian kami mencoba mencari tahu bagaimana sistem manajemen penjualan agar dapat menjual foto, bagaimana warga tau untuk mendapatkan foto saat mereka beroolaharga.

Kemudian setelah itu kami berlima (Vlad, Idep Awan, Wins, dan Iing) , bersepakat mencoba untuk melakukannya di Pekanbaru. Pertama dilakukan adalah membuat akun instagram khusus bidang olahraga yang nantinya menjadi etalase bagi kawan kawan, dan  bagi warga yang berolahraga bisa mendapatkan fotonya, kemudian kami memilih lokasi mana di Pekanbaru ini yang menjadi favorit olahraga oleh warga, akhirnya setelah survey ternyata jembatan siak IV menjadi salah satu ikon kota untuk berolahraga khususnya komunitas sepeda Roadbike, ini merupakan lintasan wajib untuk mereka lewati.

“Dihari pertama (Sabtu sekitar Februari) total foto kami yang terjual sekitar 1,7 juta. Kami tak menyangka, padahal kami motret sebentar, jam 6 sampai jam 8 pagi. Kenapa jam 6 pagi? karena komunitas mereka berolahraga sejak jam 6, terlambat sedikit, cuan melayang ujar Donal tersenyum. Donaldo menjelaskan, untuk pembayaran bisa dilakukan transfer atau COD, untuk tiga foto seharga 100ribu.

Mengetahui ini jual foto sebuah peluang, membuat donaldo dkk yakin para penghobi sepeda roadbike juga membutuhkan jasa foto maka sejak saat itu setiap Sabtu Minggu, dan tanggal merah kawan kawan mulai rutin memotret.

“ Kami tidak mengkhususkan pada olahraga sepeda roadbike, diawal awal kami motret sepakbola, namun pandemic corona sepeda roadbike boming. Semua jenis olahraga kami potret asal ada peluang foto bisa dijual. Tidak hanya menjual foto kami juga bisa disewa.”

Akun instagram @sport.fotopku terus semakin berkembang dan dikenal hingga saat ini sudah memiliki follower lebih dari 600 orang, dari empat fotografer menjadi 14 orang fotografer telah bergabung.” Alhamdulillah ini menguntungkan dan mampu menghasilkan uang di masa pandemi.”

Seretnya job foto di masa Pandemi juga di rasakan oleh Iing, fotografer yang sering motret pesta pernikahan terpukul sejak pandemi corona, pendapatanya dari foto berkurang drastis. Beruntung sejak bersama @sport.fotopku pendapatan dari jual foto bergairah. “ Allhamdulilah bang, lumayan lah buat nambah nambah, sampai saat ini belum pernah foto saya tidak laku di jual, selalu terjual, paling rendah 200ribu, pernah sampai 800ribu”. Ujarnya tersenyum.

Baca Juga

Muhaimin Iskandar isi Kuliah Kebangsaan di Umri

Ragamriau.com – Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, ribuan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau …