Kamis , 23 Mei 2024
Home » Ekonomi » Mantab, Tim Dosen Fekon Unilak Bantu Warga Manfaatkan Sampah Organik

Mantab, Tim Dosen Fekon Unilak Bantu Warga Manfaatkan Sampah Organik

Tim Dosen Unilak adakan pelatihan cara memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk bagi warga di Kec Tampan.

Ragam Riau – Sampah dapat menjadi persoalan jika tidak dikelola dengan baik.  Salah satunya sampah organik yang banyak ditemukan di rumah dan lingkungan sekitar. Sampah organik yang sering dijumpai yaitu, daun-daun pohon, serbuk kayu, sampah bekas sayur-sayur rumah tangga, biasanya sampah ini dibuang begitu saja. Padahal sampah ini jika dikelola baik akan memberikan manfaat ekonomi.

Namun di mata tim dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning persoalan sampah ini  peluang penghasilan tambahan dan memberikan manfaat,  hal ini dilakukan dengan  mengajak warga kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru untuk memanfaatkan sampah organik, dengan mengadakan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk yang diadakan bulan Maret lalu.

Tim dosen yang terlibat sebagai ketua Aljufri SE., M. Ak, AK, CA anggota Arini, SE.M.Ak, CA dan Serly Novianti, SE. M.Ak. Kegiatan merupakan bagian dari peningkatan Tri Darma Perguruan Tinggi dan kontribusi dosen Unilak untuk masyarakat. ” Sampah jika dikelola dengan baik akan memberikan manfaat, kesadaran dan kepedulian warga tentang sampah harus terus tumbuhkan, ” ujar Arini yang dihubungi Senin, (3/11).

 

Di jelaskan Arini, dalam pelaksanaan kegiatan, tim dosen Unilak  mempraktekkan tata cara membuat pupuk kompos hasil dari olahan sampah organik yang dibantu oleh narasumber Balai Diklat Kepegawaian Prov. Riau. Peserta pelatihan sejak dari rumah telah membawa berbagai macam sampah organik, yaitu daun-daun kering dan serbuk gergaji. Sedangkan tim menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat pupuk kompos yaitu kayu dan terpal untuk media pengomposan, serta paku, gergaji, martil dan larutan EM4.

” Selama pelaksanaan kegiatan peserta tampak antusias, ada 50 warga yang ikut pelatihan, dan berlangsung selama dua hari, ” ujar Arini yang sering memberikan pelatihan ke masyarakat.

Hari pertama pelatihan, tim dosen dan narsumber menyampaikan materi tentang pupuk kompos yang berasal dari sampah organik. Sementara di hari kedua  mempraktekkan cara membuat pupuk kompos hasil dari olahan sampah organik.

Di ceritakan Arini,  selama kegiatan tim juga membagikan modul tentang alat/bahan dan cara membuat pupuk kompos dari hasil olahan sampah organik.   Pada saat praktek dan demontrasi peserta banyak yang bertanya dan bersemangat.

Sebelum pelaksanaan kegaitan tim  telah memberikan kuisioner berisikan pengetahuan tentang sampah,  dari hasil kuisioner  ini ternyata para peserta belum pernah mendapatkan pelatihan sejenis dan belum memiliki pengetahuan tentang sampah dan jenis sampah organik. Sebenarnya sampah organik sangat banyak mereka temukan disekitar lingkungan rumah mereka seperti daun-daun kering dan serbuk gergaji. Biasanya bapak-bapak hanya mengumpulkannya dan membakarnya. Padahal sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, bisa menjadi penghasilan tambahan bagi mereka. Ujar Arini.

” Saat ini trendnya masyarakat banyak berkebun dan menyukai bunga, dan pupuk kompos yang berasal dari sampah organik banyak digunakan sebagai pupuk tanaman. Dan ini banyak peminat dan pembelinya, Ujar Arini.

Arini berharap dari pelatihan ini para peserta mendapatkan pengetahuan dan minat untuk memanfaatkan sampah organik, meningkatkan keterampilan Bapak-bapak dalam membuat suatu produk pupuk kompos hasil olahan sampah organik, meningkatkan kesadaran pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan  terciptanya lingkungan yang bersih bebas dari tumpukan sampah organik. (rls)

 

 

Baca Juga

Muhaimin Iskandar isi Kuliah Kebangsaan di Umri

Ragamriau.com – Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, ribuan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau …