Rabu , 20 Oktober 2021
Home » Ekonomi » PENGOMPOSAN DENGAN TEKNIK SEDERHANA, DOSEN FKIP UNILAK HIMBAU MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN

PENGOMPOSAN DENGAN TEKNIK SEDERHANA, DOSEN FKIP UNILAK HIMBAU MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN

Dosen Unilak Pengabdian Kepada Masyarakat. foto dok pribadi

Ragam Riau—Menyikapi masalah sampah yang seakan tidak ada habisnya, dosen FKIP Universitas Lancang Kuning Pekanbaru (Unilak) melakukan Pengabdian Kepada Masyaraka (PKM) dengan  tentang bahaya dan manfaat sampah rumah tangga. Kegiatan yang diketuai oleh Refika Andriani, M.Pd ini dilaksanakan pada 19 Agustus 2021 di lingkungan RT 03, RW 02, Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.

 

Diikuti oleh kelompok ibu rumah tangga. PKM ini mendapatkan respon yang positif dari para peserta. Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada tim pelaksana kegiatan.

Menurut Refika,(Jumat/24/09) dalam rilisnya, PKM bertujuan untuk memberikan wawasan pada warga tentang pengolahan sampah rumah tangga dengan teknik pengomposan sederhana. ” Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam 2 sesi dengan pemberian materi terkait sampah disertai simulasi pembuatan kompos dengan bahan dasar sampah organik sisa rumah tangga menggunakan bahan bioaktivator komersil EM4. ”

Disebutkannya,  Tim juga mensosialisasikan program Bank Sampah Unilak yang juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi sampah non organik dan bisa dimanfaatkan oleh peserta.

Tahapan kegiatan pembuatan sampah organik dibimbing langsung oleh anggota tim pelaksana yakni Mar’atul Afidah dan Sri Wahyuni, M.Si. Adapun langkah kerja dalam pembuatan pupuk kompos menggunakan bioaktivator EM4 yaitu melakukan pencacahan sampah daun kering yang akan dikomposkan, kemudian melarutkan bioaktivator EM4 daun ketapang dengan menggunakan air sumur dengan takaran (120 ml EM4/ 1 liter air/ 1 kg sampah).

Setelah itu menyemprotkan larutan EM4 tersebut ke dalam tumpukan sampah daun sambil diaduk-aduk supaya penyemprotannya merata, dan tahap akhir menutup bak pengomposan untuk menghindari adanya material lain yang masuk ke dalam bak pengomposan dan melindungi dari hujan.
“Pengomposan sampah daun kering tersebut dilakukan selama 28 hari dan setiap 3 hari sekali dilakukan pembalikan tumpukan kompos yang bertujuan untuk memberikan ketersediaan oksigen selama masa pengomposan.
Setelah hari ke-28, tumpukan kompos dapat dibuka dan dikeringkan secara alami dengan sinar matahari, kemudian dapat diaplikasikan pada tanaman.” ujar Refika

Disebutkan Refika kegiatan PKM diharapkan mampu memotivasi warga lingkungan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dengan memanfaatkan sampah sisa rumah tangga. Untuk sampah organik warga diharapkan mampu mengolahnya menjadi pupuk dan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman bunga ataupun kebun. Sementara itu, sampah anorganik yang terkumpul dapat ditabung di Bank Sampah Unilak. Sehingga permasalahan sampah dapat terselesaikan dengan menghasilkan manfaat. (rls)

Baca Juga

Penambahan pasien positif COVID-19 di Riau terpantau terus menurun

Ragam Riau—– Penambahan pasien positif COVID-19 di Riau terpantau terus menurun. Per hari Senin (18/10/21) pasien …