Senin , 25 Januari 2021
Home » Ekonomi » Riau Inflasi 0,22 Persen pada Agustus, ini Penyebabnya

Riau Inflasi 0,22 Persen pada Agustus, ini Penyebabnya

Ragamriau.com — Pada Agustus 2019 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,22 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 140,71 pada Juli 2019 menjadi 141,02 pada Agustus 2019. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan. Untuk tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 3,16 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 4,08 persen.

Menurut Kepala BPS Riau Drs Misfaruddin, MSi, Inflasi Riau pada Agustus 2019 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami inflasi sebesar 1,38 persen dengan andil inflasi sebesar 0,10 persen, dimana komoditas utama yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah tarif sekolah dasar, tarif sekolah menengah pertama, tarif sekolah menengah atas dan tarif bimbingan belajar.

“inflasi juga terjadi pada kelompok sandang yakni sebesar 0,94 persen dengan andil sebesar 0,05 persen, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,48 persen dengan andil sebesar 0,12 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dengan andil sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan andil sebesar 0,01 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen dengan andil sebesar 0,004 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa
keuangan mengalami deflasi sebesar -0,46 persen dengan andil deflasi sebesar -0,07 persen,” jelas Misfaruddin, Senin 2 September 2019 dalam rilisnya kepada awak media, dikantor BPS Riau Jalan Pattimura Pekanbaru.

Dia menambahkan bahwa dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, delapan kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Metro sebesar 0,41 persen, diikuti oleh Kota Pekanbaru sebesar 0,36 persen dan Kota Medan sebesar 0,27 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,07 persen.

“Sementara sari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru, Medan dan Bandar Lampung. Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut Kota Pekanbaru urutan ke-2, Dumai urutan ke-14 dan Tembilahan berada pada urutan ke-15,” pungkasnya. (rud)

Baca Juga

Dimasa Pandemi Dosen FH Unilak Beri Pelatihan Wirausaha Rimpangan Bagi Pengurus PKK

Ragam Riau-Dimasa pandemi COVID-19, jamu menjadi minuman obat yang digemari oleh masyarakat karena dipercaya dan …