Kamis , 3 Desember 2020
Home » Ekonomi » Sebelas Profesor Nyatakan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah Layak Untuk Dilalui

Sebelas Profesor Nyatakan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah Layak Untuk Dilalui


Ragamriau.com — Dari hasil sidang pleno uji beban Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah (Marhum Bukit) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dinyatakan sudah layak dibuka untuk umum.

Namun Pemerintah Provinsi Riau tetap menunggu dikeluarkannya sertifikat kelayakan dari kementerian terkait yang diperkirakan baru akan keluar sebelum akhir Februari ini.

“Sebelas orang Profesor, itu semua menyetujui diberikan sertifikat bahwa layak jembatan itu dibuka. Tapi memang ada baiknya membuka jembatan itu menunggu sertifikat sudah keluar, biar aman,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Ir.H.Dadang Eko Purwanto, MT, Kamis 14 Februari 2019.

Menurut Dadang, kesebelas profesor yang menyatakan jembatan Siak IV sudah layak melalui sidang pleno hasil uji beban di Kementerian PUPR, di Jakarta yang digelar kemarin.

Artinya seandainya usai peresmian jembatan oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim siang tadi dibuka, tidak ada masalah. Namun diputuskan, pembukaan lalu lintas di jembatan yang menghubungkan Kecamatan Senapelan dan Rumbai Pesisir ini tetap menunggu dikeluarkannya sertifikat kelayakan jembatan dari Kementerian PUPR.

“Teman-teman di sana (Kementerian PUPR) sudah ngomong, para ahli juga begitu. Seperti kita ketahui, di kementerian itu ada perubahan struktu, sehingga agak memperlambat pleno dikit. Untung ada Direktur Jembatan Iwan Zarkasi di Kementerian PUPR, untuk menggesa dilakukannya pleno. Dan dinyatakan layak, sesuai yang kita harapkan,” ungkap Dadang.

Meski begitu, dari kelayakan jembatan dilalui yang disampaikan para ahli, tetap ada memberikan catatan. Namun catatan ini tak berdampak atas keputusan pleno yang sudah dikeluarkan tersebut.

“Ada yang belum dicor (dekat kabel jembatan) itu masih meminta petinjuk, dari KKJTJ Komisi Keselamatan Jalan, Jembatan dan terowongan untuk dilakukan tuning terakhir. Kemudian pemasangan alat pemantau jembatan, jembatan kita inikan high tech,” papar Dadang.(mcr)

Baca Juga

Dosen Fakultas Hukum Unilak Beri Penyuluhan Hukum di Desa Empat Balai

Ragam Riau – Undang-Undang tentang Desa sangat dibutuhkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat desa sehingga desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.