Kamis , 23 Mei 2024
Home » Ekonomi » Upaya Gubri Tekan Kasus Covid 19, Dari Vaksinasi, Taat Prokes Hingga ASN Dilarang Cuti

Upaya Gubri Tekan Kasus Covid 19, Dari Vaksinasi, Taat Prokes Hingga ASN Dilarang Cuti

Gubri memberikan keterangan kepada wartawan

Ragam Riau– Dengan menggunakan jaket Bomber dan bermasker hitam Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19 untuk masyarakat umum tahap II. Langkah kakinya perlahan-lahan masuk ke setiap sudut ruangan. Pagi itu, celana jeans  yang di pakai orang nomor satu di Riau ini terlihat padu dengan jaket. Sesekali ia menyapa petugas dan pegawai yang sibuk melayani warga, di sudut lain seorang tenaga kesehatan tampak menyuntikkan vaksin kedalam tubuh, cairan dalam tabung suntik itu menembus kulit seorang remaja.

Kegiatan vaksinasi yang di hadiri Gubri digelar di gedung Bank Riau Kepri (BRK), adapun vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh BRK ini bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau dan Barisan Muda Riau (BMR) hari ini menggunakan jenis vaksin pfizer dengan jumlah dosis sebanyak 500 dosis vaksin. Selasa (23/11/21).

Untuk diketahui, sebelumnya BRK juga telah melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat umum tahap I dengan jumlah dosisi 1.000 dosis yang diselenggarakan pada tanggal 25-26 Oktober yang lalu.

Pada peninjauan vaksinasi tersebut, Gubri didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Komisaris Utama BRK, Syahrial Abdi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubri mengajak masyarakat untuk tetap semangat menghadapi pandemi ini. Serta mengimbau masyarakat yang hadir dalam kegiatan vaksinasi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat meskipun sudah melaksanakan vaksinasi tahap I maupun tahap II.

Gubernur Riau ingatkan warga patuh prokes.

“Kita harus semangat dalam menangani COVID-19 ini. Kita harus tetap disiplin meskipun sudah divaksin,” ucapnya.

Selanjutnya Direktur Utama Bank Riau Kepri, Andi Buchari menyampaikan pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan BRK serta pihak terkait lainnya terhadap pencegahan COVID-19 di Provinsi Riau.

“Terima kasih kami ucapkan atas dukungan semua pihak atas terselenggaranya vaksinasi ini,” ujarnya.

Meski beberapa hari di Provinsi Riau sempat nihil kasus baru Covid 19, berdasarkan data dari Diskes Riau, Senin (22/11/2021) terjadi tren peningkatan kasus baru Covid-19 mengalami kenaikan dan penambahan meskipun jumlahnya tidak banyak.

Hingga saat ini (Senin) total kasus aktif di Riau tersisa 33 kasus lagi. Dengan rincian 24 pasien isolasi mandiri dan 9 pasien lagi dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala sedang hingga berat, ujar Mimi Yuliani Nazir Kadiskes Riau.

Mimi menjabarkan kasus Covid Riau, total kasus aktif Covid-19 tertinggi di Riau ditemukan di kota Pekanbaru sebanyak 10 kasus. Dengan rincian 4 pasien isolasi mandiri dan 6 pasien dirawat di rumah sakit. Kemudian, di Bengkalis ada 7 kasus aktif yang isolasi mandiri dan 2 yang dirawat di rumah sakit.

Sedangkan di Kampar ada tiga pasien Covid-19 yang seluruhnya melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya di Pelalawan masih ada 1 kasus aktif yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri.

Di Indragiri hulu ada 2 kasus aktif yang masih menjalani isolasi mandiri. Kemudian di Indragiri Hilir ada 1 kasus aktif yang isolasi mandiri. Di Dumai ada 1 kasus aktif yang isolasi mandiri.

‎Di Siak ada 1 kasus aktif yang menjalani isolasi mandiri, selanjutnya di Kuansing ada ada dua kasus aktif, di rokan hilir ada satu kasus aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengungkapkan, hingga saat ini ada dua kabupaten di Riau yang nihil kasus Covid-19 yakni ‎Kepualauan Meranti dan Rokan Hulu. “Sedangkan yang dari luar provinsi ada dua kasus aktif yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri,” kata Mimi Senin, 22 November.

Sementara untuk Kota Pekanbaru hingga hari Rabu,(23/11/2021) Pekanbaru masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I, demikian disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pekanbaru Drs. H. Syoffaizal, M.Si.

“Ya, dari hasil evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Nasional terhadap pelaksanaan PPKM level 2, Alhamdulillah Kota Pekanbaru telah memenuhi kriteria masuk ke PPKM level 1, ujar Syoffaizal.

Dijelaskannya, penetapan status PPKM level 1 untuk Kota Bertuah itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 61 Tahun 2021 tentang PPKM level 3, level 2 dan level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
“Berdasarkan Inmendagri tersebut, ada dua daerah di Riau yang berstatus PPKM level 1 yakni Kota Pekanbaru dan Kota Dumai,” ungkap Syoffaizal.
Dikatakanya lebih lanjut, mesti berada di level I, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan lalai. Pemerintah kota terus mengingatkan dan menghimbau warga agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.
“Kita tidak boleh lengah menerapkan protokol kesehatan. Kalau kita lengah, tidak menutup kemungkinan akan terjadi gelombang lanjutan sebaran wabah Covid-19. Untuk itu, mari sama-sama kita patuhi protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi. Karena protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan kunci utama di dalam menekan dan memutus sebaran wabah Covid-19,” tutup Syoffaizal.
Kekuatiran naiknya kasus baru Covid 19 di Provinsi Riau juga di kuatirkan oleh Gubri Syamsuar. Hal ini terbukti dengan apa yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Mandau,Duri, terdapat 33 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

Tetap patuh Protokol Kesehatan dan menjalani vaksin COVID-19. Kasus di Duri menjadi pelajaran bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, untuk tetap mewaspadai terjadinya kasus positif COVID-19, sebut Gubri.

“Ini sekarang saya mendapat informasi dari Duri saja ada 33 kasus Covid. Jadi jangan menganggap sepele. Naik satu (kasus) saja jangan dianggap sepele. Nah ini karena terjadi lagi naik kasus, kita koordinasi dan minta Polda secara koordinasi apa masalahnya. Langsung lakukan tracing sebanyak-banyaknya dan di cek,” ujar Gubri, disela-sela menghadiri vaksinasi massal di Bank Riau Kepri, Selasa (23/11).

Ditegaskan Syamsuar, semua yang kena di Duri itu segera di isolasi, segera bertindak agar menurunkan angka kasus COVID-19. Kita ini harus hati-hati sekarang ini naik lagi, dari sebelumnya kosong-kosong, empat, lima, nah sekarang ini naik 33, bahkan bisa nambah. Makanya ini harus  disampaikan kemasyarakat.

” jangan anggap sepele protokol kesehatan, masker dan menjaga jarak, dan mencuci tangan, masih menjadi aturan dalam menjalani berbagai kegiatan. Jangan sampai kasus COVID-19 naik lagi karena kelalaian masyarakat”, tegasnya.

Mengantisipasi lonjakan Covid 19 saat libur Natal dan Tahun baru dimana terdapat lonjakan aktifitas masyarakat, Gubri telah mewanti mewanti berbagai pihak di Riau untuk tidak lengah.

“Natal dan tahun baru ini kan liburnya panjang, ini harus diantisipasi, dari KKP, pelabuhan termasuk Puskemas, sampai ke RT RW juga harus ikut mengawasi, kita tidak boleh lengah, semua pihak agar waspada terhadap warga dari luar Riau yang datang ke Riau.” ujarnya.

Selain itu ASN di lingkungan provinsi Riau dilarang cuti. ” Ini telah sesuai dengan aturan pemerintah pusat, dan ASN harus mengikuti aturan dan dilarang melakukan liburan ke luar kota.” (wid)

 

 

Baca Juga

Muhaimin Iskandar isi Kuliah Kebangsaan di Umri

Ragamriau.com – Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, ribuan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau …