Selasa , 6 Desember 2022
Home » Ekonomi » Yudisium XXXIX Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning Dikemas dengan Seni Pertunjukan Tradisional Melayu

Yudisium XXXIX Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning Dikemas dengan Seni Pertunjukan Tradisional Melayu

Ragam Riau– Rabu, 17 Oktober 2022, bertempat di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning telah melangsungkan yudisium yang ke 39. Yudisium ke 39 ini untuk melepas 41 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang lulus pada periode ini.

Yudisium ke 39 ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Lancang Kuning, Dr. Junaidi, S.S., M.Hum. “Ini capaian yang luar biasa untuk Fakultas Ilmu Budaya. Saya bangga, bukan karena saya pimpinan kampus ini, tapi karena saya juga bagian dari Fakultas Ilmu Budaya ini!” terang Rektor Universitas Lancang Kuning.

Selain itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Muhammad Kafrawi, S.S., M.Sn., berpesan pada para mahasiswa lulusan agar ilmu yang didapat selama perkuliahan jangan sampai habis saat menerima ijazah saja, namun juga terus dibawa dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Marwah kita sebagai orang budaya dengan menjadi bagian dari masyarakat berbudaya itu sendiri!” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya.

Yudisium ke 39 Fakultas Ilmu Budaya kali ini, selain dihadiri oleh para mahasiswa yang lulus, juga dihadiri oleh para jajaran dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, alumni, beserta para undangan. Alvi Puspita, dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, sekaligus didapuk sebagai ketua pelaksana pada Yudisium ke 39 ini, memang berkeinginan untuk mengantarkan mahasiswa lulusan FIB ini dengan acara Yudisium yang berkesan dan mempunyai konsep yang sesuai dengan identitas FIB dengan budaya Melayu yang kental. Hal tersebut dapat dilihat pada pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian acara Yudisium ke 39 ini, sebuah pertunjukan mini-teater yang berangkat dari teks tunjuk ajar sebagai narasi pokok dari kebudayaan Melayu.

“Konsep pertunjukan ini berangkat dari permainan rakyat, yang sebenarnya sangat dekat dan kental dengan kita orang Melayu,” kata Adrian, salah seorang dosen yang dipercaya sebagai konseptor pertunjukan pada Yudisum ke 39 ini.

Akhirnya, tentu Yudisium ke 39 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning kali ini yang berlangsung sangat menarik dan kental akan ke-Melayu-annya ini menjadi sesuatu yang beda dengan yang lain. Dan diharapkan tentu dapat bertahan hingga ke depannya.

“Sekali layar terbentang, pantang surut ke belakang!” lantang ketua pelaksana, Alvi Puspita, mengucapkan slogan Fakultas Ilmu Budaya tersebut. (rls/ahm)

Baca Juga

UIR Raih Penghargaan Anugerah Kerjasama Dari Diktiristek

Ragam Riau – Melalui Surat Nomor 7532/E1/HM.01.00/2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti …